Osaka, 22 Februari 2026 – elangnusantara.com – Sebuah peristiwa langka dan mengejutkan terjadi di Jepang, ketika seorang donatur misterius menyumbangkan emas batangan seberat 21 kilogram kepada pemerintah Kota Osaka untuk membantu memperbaiki jaringan pipa air yang telah menua.
Emas batangan tersebut diperkirakan bernilai sekitar 560 juta yen atau setara Rp60 miliar, dan diberikan pada November 2025. Wali Kota Osaka, Hideyuki Yokoyama, mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers pada Kamis (19/02).
“Menangani pipa air yang sudah tua membutuhkan investasi besar. Jadi saya sangat menghargai hal ini,” ujar Yokoyama kepada wartawan. Ia juga mengaku jumlah emas tersebut sangat mengejutkan. “Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata,” tambahnya.
Sebagai kota terbesar ketiga di Jepang dengan populasi hampir tiga juta jiwa, Osaka merupakan pusat ekonomi utama di wilayah Kansai. Namun, seperti banyak kota lain di Jepang, Osaka menghadapi persoalan serius terkait infrastruktur air yang telah melewati masa pakainya.
Menurut biro perpipaan air kota, sepanjang tahun 2024 saja terdapat lebih dari 90 kasus kebocoran pipa air yang tertanam di bawah jalan. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan layanan air bersih dan potensi kerusakan infrastruktur lain.
Dalam pernyataan resminya, biro perpipaan air Osaka menyampaikan apresiasi atas sumbangan tersebut dan menegaskan bahwa emas itu akan digunakan secara optimal untuk memperbaiki jaringan air dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Wali Kota Yokoyama juga mengungkapkan bahwa donatur misterius yang sama sebelumnya telah memberikan sumbangan tunai sebesar 500.000 yen (sekitar Rp54 juta) untuk mendukung instalasi air kota. Namun hingga kini, identitas donatur tersebut tetap dirahasiakan.
Masalah pipa air tua bukan hanya terjadi di Osaka. Secara nasional, lebih dari 20 persen jaringan pipa air di Jepang telah melampaui masa pakai resminya selama 40 tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko kebocoran, kerusakan jalan, hingga bencana infrastruktur.
Salah satu insiden tragis terjadi tahun lalu di Prefektur Saitama, ketika sebuah lubang besar akibat kerusakan pipa limbah menelan sebuah truk dan menewaskan pengemudinya. Peristiwa tersebut mendorong pemerintah Jepang untuk mempercepat program penggantian pipa lama, meski terkendala keterbatasan anggaran.
Sumbangan emas batangan ini menjadi simbol kepedulian luar biasa terhadap infrastruktur publik. Di tengah tantangan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, bantuan dari donatur anonim tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan sistem air dan meningkatkan keselamatan masyarakat.
Pemerintah Kota Osaka memastikan bahwa seluruh nilai dari emas tersebut akan dialokasikan secara transparan untuk modernisasi jaringan pipa air demi keberlanjutan layanan publik.











