Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

Headline

Dinamika Pilgub di FH UNJA: Pasangan Bily Irpan VS Politisi PAN, Demokrasi Kampus atau Panggung Politik Murahan?

badge-check


					Dinamika Pilgub di FH UNJA: Pasangan Bily Irpan VS Politisi PAN, Demokrasi Kampus atau Panggung Politik Murahan? Perbesar

Kontestasi Pemilihan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH UNJA) tiba-tiba memanas, bukan karena gagasan atau visi-misi, tapi karena cuplikan video seorang politisi ikut “nimbrung”. Ya, Ansori—anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN)—tiba-tiba muncul dalam sorotan, memberi sinyal dukungan ke salah satu kandidat. Netralitas kampus? Mungkin sedang cuti.

Tak ayal, video itu menjadi bahan bakar polemik. Mega, yang mengaku sebagai aktivis UNJA, justru menyambut hangat kehadiran politisi itu. “Tidak banyak kita menemukan anggota dewan yang peduli pada mahasiswa,” katanya, seakan lupa bahwa perhatian berlebihan dari politisi bisa berarti satu hal: intervensi.

Namun tak semua mahasiswa sependapat. Armando, mahasiswa FH UNJA, menyebut peristiwa ini sebagai preseden buruk bagi demokrasi kampus. “Kalau benar ada intervensi, ini bukan kepedulian, ini perusakan independensi. Demokrasi kita sedang ditarik masuk ke karpet merah kepentingan elite,” sindirnya.

Sementara itu, Bily Anggara Jufri, calon Ketua BEM FH UNJA nomor urut 1, menanggapi dengan penuh keyakinan. “Insyaallah kita akan menang. Terima kasih untuk semua kawan seperjuangan yang masih menjaga marwah suara mahasiswa. Kita kawal sampai menang,” tegasnya.

Pertanyaannya kini bukan hanya siapa yang menang, tapi siapa yang benar-benar mewakili suara mahasiswa: Bily, atau bayangan partai di balik kampanye?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti

27 Mei 2026 - 21:52 WIB

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh

25 Mei 2026 - 00:08 WIB

Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

25 Mei 2026 - 00:06 WIB

Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru

25 Mei 2026 - 00:04 WIB

Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI

23 Mei 2026 - 10:38 WIB

Trending di Headline