Menu

Mode Gelap
KPK Jambi Akan Gelar Aksi di Mapolda Jambi, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Distribusi BBM Bersubsidi Waspada El Nino dan Puncak Kemarau 2026: Sekber PSDH Jambi Serukan Sinergi Penuh Untuk Mencegah Karhutla Warga RT 05 Rawasari Geruduk Kantor Lurah: Desak Walikota Maulana Untuk Evaluasi dan Berhentikan Ketua RT! Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi

Headline

Aktivis Perkumpulan Hijau Buka Suara Terkait Pernyataan Prov. Aswandi Soal Banjir di Simpang Mayang

badge-check


					Aktivis Perkumpulan Hijau Buka Suara Terkait Pernyataan Prov. Aswandi Soal Banjir di Simpang Mayang Perbesar

Aktivis Perkumpulan Hijau Buka Suara Terkait Pernyataan Prov. Aswandi Soal Banjir di Simpang Mayang

Jambi – Polemik banjir yang terus terjadi di kawasan simpang Mayang, tepatnya di depan Jambi Business Center (JBC), disambut oleh Tenaga Ahli Lingkungan Universitas Jambi (Unja), Prof. Aswandi.

Dari pemberitaan yang beredar, Prof Aswandi mengatakan, persoalan banjir di kawasan tersebut terjadi bukan hanya karena curah hujan tinggi. Akan tetapi lebih kepada sistem kanal dan drainase yang sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

“Saluran kanal yang ada saat ini merupakan kanal lama. Pada masa pembuatannya, belum ada kajian atau perhitungan hidrologi yang memperhitungkan tingginya curah hujan dalam jangka waktu panjang,” ujar Prof. Aswandi.

Ia juga mengatakan, bahwasanya banjir terjadi ketika volume air hujan yang jatuh tidak dapat diserap oleh tanah (infiltrasi rendah), dan tidak tertampung oleh sistem drainase yang ada. Selain itu, sedimentasi di dalam kanal, sampah yang menyumbat saluran, dan desain drainase yang tidak mengikuti perhitungan hidrologi juga menjadi penyebab utama.

“Banjir bukan semata bencana alam, tapi lebih kepada kegagalan sistem tata kelola lingkungan. Maka, perlu adanya audit menyeluruh terhadap saluran drainase, kapasitas kanal, dan fungsi kolam retensi di seluruh kota Jambi,” pungkas Prof. Aswandi.

Terkait pernyataan Prof. Aswandi, Koordinator Advokasi dan Kampanye Perkumpulan Hijau (PH) Jambi ‘Oscar Anugerah kembali menanggapi hal tersebut, ia menanyakan ‘mungkinkah wilayah tersebut terdampak banjir besar seperti kemarin terjadi, jika fungsi alaminya (Hijauan) di area JBC dan Jamtos tersebut itu di pertahankan atau bahkan di konservasi?.

“Mana yang lebih baik, memanfaatkan ATH (Area Terbuka Hijau) atau berharap pada sistem drainase yang memiliki resiko pendakalan akibat sedimentasi dan sampah?.

Kami sangat menyayangkan, ungkap ‘Oscar, jika harus memisahkan sistem drainase perkotaan pemerintah dari kolam Retensi milik JBC.

Karena area tersebut merupakan ‘Area Terbuka Hijau, yang berada pada dataran rendah untuk wilayah sekitarnya, dan secara alami dapat berfungsi sebagai area resapan dan menjadi terminal sementara dalam menampung limpasan air menjelang dapat di salurkan ke saluran Akhir (Danau) Sipin, Ini Juga dapat membantu mengontrol laju debit air jika curah hujan tinggi.

“Jadi, jangan hanya karna untuk menyelamatkan bisnis segelintir orang saja, masyarakat melalui pemerintah harus mencari Lagi area Tangkapan Airnya?

Sementara Itu lanjut ‘Oscar, area tersebut merupakan aset pemerintah yang seharusnya di manfaatkan untuk kepentingan publik, apalagi ini menyangkut keselamatan dan hak masyarakat untuk memperolah lingkungan hidup yang adil dan berkelanjutan.

Kami meminta kepada pemerintah untuk mengembalikan fungsi area tersebut kembali pada fungsi alaminya, bukan menyerahkannya untuk segelintir orang saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Jambi Akan Gelar Aksi di Mapolda Jambi, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Distribusi BBM Bersubsidi

10 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Waspada El Nino dan Puncak Kemarau 2026: Sekber PSDH Jambi Serukan Sinergi Penuh Untuk Mencegah Karhutla

10 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Warga RT 05 Rawasari Geruduk Kantor Lurah: Desak Walikota Maulana Untuk Evaluasi dan Berhentikan Ketua RT!

10 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi

9 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital

9 Agustus 2026 - 01:22 WIB

Trending di Jambi