Jambi, 23 Mei 2026 – elangnusantara.com — Dugaan praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Provinsi Jambi kini disebut memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Setelah serangkaian razia dilakukan aparat penegak hukum di sejumlah titik dalam wilayah Kota Jambi, aktivitas ilegal tersebut diduga tidak berhenti, melainkan berpindah dan berkembang ke daerah kabupaten, terutama di wilayah Kabupaten Muara Bungo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun elangnusantara.com dari sejumlah sumber lapangan, para pelaku diduga sengaja mengalihkan aktivitas ke daerah yang dianggap memiliki pengawasan lebih longgar. Modus operandi yang digunakan pun disebut masih sama, mulai dari praktik “kencingan”, pengisian berulang, hingga aktivitas turun naik ke lokasi penimbunan BBM subsidi untuk kemudian dijual kembali dengan harga non-subsidi.
Ironisnya, praktik yang diduga merugikan negara dan masyarakat kecil itu disebut dikendalikan oleh sosok lama yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pelaku distribusi BBM di Jambi.
Sosok berinisial Suhaimi disebut-sebut masih menjadi aktor sentral di balik dugaan jaringan penyelewengan tersebut. Ia dikabarkan merupakan mantan pekerja di lingkungan Pertamina wilayah Jambi yang diduga memiliki jaringan kuat dan akses luas dalam rantai distribusi BBM.
“Jatah Suhaimi 40 ton sehari, belum lagi bon lain, diok dapat 5000 per liter bang, bayangkan brapo keuntungan mereka per hari,” ungkap seorang narasumber kepada elangnusantara.com.
Pernyataan itu memperlihatkan besarnya dugaan perputaran uang dari praktik ilegal BBM subsidi di Jambi. Jika informasi tersebut benar, maka nilai keuntungan yang diperoleh diduga mencapai miliaran rupiah setiap harinya.
Tak hanya itu, sumber lain yang mengaku mengetahui pola permainan di wilayah Muara Bungo menyebut adanya beberapa pihak yang diduga berperan sebagai pengatur distribusi dan aliran dana koordinasi.
“Di Bungo itu ado apek bang, diok itu bgawe di Pertamina, korwil kalo dak salah, dio jugalah yang ngolah duit koordinasi bang,” ujar sumber tersebut.
Keterangan para narasumber mengindikasikan bahwa praktik ini tidak berjalan secara sporadis, melainkan diduga telah tersusun rapi dan terorganisir.
Di tengah kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi, dugaan praktik mafia BBM justru disebut masih bebas beroperasi. Fakta inilah yang memicu kemarahan berbagai kalangan masyarakat sipil di Jambi.
Aktivis Jambi, Fadel, mengecam keras dugaan pembiaran terhadap praktik penyelewengan BBM subsidi tersebut. Ia menilai aparat penegak hukum di Jambi berjalan lamban dalam membongkar jaringan yang diduga telah lama beroperasi.
“Saya sangat menyayangkan hal ini. Ini bukan kejahatan biasa, dalam minggu ini kami akan lakukan aksi besar-besaran di Mabes Polri dan Kementerian ESDM RI bang,” tegas Fadel.
Sorotan serupa juga datang dari Direktur Eksekutif Perkumpulan Elang Nusantara, Risma Pasaribu. Ia menegaskan pihaknya akan mengambil langkah resmi dengan menyurati sejumlah instansi terkait guna meminta klarifikasi dan penindakan terhadap dugaan praktik mafia BBM subsidi di Jambi.
“Langkah awal, kami akan bersurat kepada instansi terkait, terutama Pertamina Jambi, untuk memberikan klarifikasi atas dugaan tindak penyelewengan BBM subsidi ini di beberapa SPBU. Saya juga meminta Ketua Hiswana Migas yang juga merupakan Ketua DPRD Provinsi Jambi, untuk menindak tegas SPBU nakal, serta buka CCTV di tiap SPBU tersebut ke publik!” tegas Risma Pasaribu SH.
Menurutnya, apabila dugaan tersebut dibiarkan berlarut, maka kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan distribusi BBM subsidi akan semakin runtuh. Ia juga meminta aparat penegak hukum membuka secara transparan hasil penindakan dan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di Provinsi Jambi.
Untuk kepentingan pemberitaan yang berimbang, tim redaksi elangnusantara.com juga telah berupaya menghubungi Kasubdit IV Tipidter Polda Jambi, Bapak Hadi, guna meminta klarifikasi terkait dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi yang disebut marak terjadi di wilayah Kabupaten Muara Bungo.
“Selamat malam izin komandan, kami dari jajaran redaksi media elangnusantara.com ingin melakukan konfirmasi terkait dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi di wilayah Provinsi Jambi, khususnya yang diduga marak terjadi di Kabupaten Muara Bungo. Berikut beberapa pertanyaan yang ingin kami sampaikan untuk kebutuhan pemberitaan berimbang,” demikian pesan konfirmasi yang dikirimkan redaksi.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun pernyataan resmi dari pihak Kasubdit IV Tipidter Polda Jambi terkait dugaan tersebut.
Desakan agar aparat segera bertindak kini semakin kuat. Publik menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan jaringan penyelewengan BBM subsidi yang disebut melibatkan pemain lama dan memiliki jaringan luas di Provinsi Jambi.











