Menu

Mode Gelap
Korban Penganiayaan Minta Kepada Kapolsek Bukit Kemuning Segera Tangkap Pelaku Manajemen RSUD Raden Mattaher Bungkam: Limbah Medis Menggunung, Bau Menyengat Hingga Ancam Keselamatan Pasien Masyarakat Sarolangun Tolak Lalu-lalang Tronton Batu Bara: Jalan Rusak & Mengancam Keselamatan Pengendara! Gawat! Dana Nasabah Diduga Dibobol, Keamanan Sistem BNI Cabang Jambi Dipertanyakan Diduga Wagub Lampung Pasang Badan untuk Kakak Kandung Terkait Proyek Jembatan Mangkrak Rp29 Miliar Hadiri Muswil DPW PWDPI Lampung, Ketum PWDPI Minta Perkuat Jaringan Ekonomi dan Kualitas Wartawan

Jambi

Gerakan Mahasiswa Sarolangun: Pemkab Gagal Sejahterakan Rakyat, PETI Jadi Pilihan Terakhir untuk Bertahan Hidup

badge-check


					Gerakan Mahasiswa Sarolangun: Pemkab Gagal Sejahterakan Rakyat, PETI Jadi Pilihan Terakhir untuk Bertahan Hidup Perbesar

Sarolangun, 21 Januari 2026 – elangnusantara.com – Tragedi tewasnya delapan penambang emas tanpa izin (PETI) di Desa Temenggung, Kecamatan Limun, memicu gelombang kritik pedas terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Ketua Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GEMSAR), Lahul Harisandi, secara terbuka menyalahkan Pemkab atas hilangnya nyawa para pekerja tambang tersebut.

Menurut Lahul, masyarakat terpaksa masuk ke lubang maut karena tidak adanya alternatif lapangan kerja yang layak dan kegagalan program pemberdayaan ekonomi daerah.

Lahul Harisandi menegaskan bahwa menyalahkan curah hujan atau kelalaian pekerja adalah cara mudah bagi pemerintah untuk lepas tangan.

Pemkab dinilai gagal menciptakan sektor ekonomi baru yang aman, sehingga warga Dusun Mengkadai dan sekitarnya merasa PETI adalah satu-satunya cara cepat untuk memberi makan keluarga.

Masyarakat bertaruh nyawa di lubang galian karena urusan perut. Jika Pemkab benar-benar hadir melalui program pertanian, perkebunan, atau UMKM yang nyata, rakyat tidak akan memilih pekerjaan yang risikonya nyawa,” tegas Lahul.

Lahul mempertanyakan ke mana arah kebijakan anggaran Pemkab yang seharusnya bisa mendiversifikasi ekonomi lokal agar masyarakat tidak ketergantungan pada aktivitas ilegal.

Pernyataan Keras Ketua GEMSAR

Dalam rilisnya, Lahul menekankan bahwa peristiwa ini adalah cermin kemiskinan sistematis di Kabupaten Sarolangun.

GEMSAR Jambi mendesak Bupati Sarolangun untuk segera:

1. Mengevaluasi total program pemberdayaan ekonomi di wilayah rawan PETI.

2. Menciptakan zona ekonomi kreatif atau revitalisasi sektor pertanian sebagai substitusi mata pencaharian warga.

3. Bertanggung jawab secara moral atas kemiskinan yang memaksa warga melakukan aktivitas ilegal berisiko tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korban Penganiayaan Minta Kepada Kapolsek Bukit Kemuning Segera Tangkap Pelaku

4 Februari 2026 - 02:03 WIB

Manajemen RSUD Raden Mattaher Bungkam: Limbah Medis Menggunung, Bau Menyengat Hingga Ancam Keselamatan Pasien

2 Februari 2026 - 14:00 WIB

Gawat! Dana Nasabah Diduga Dibobol, Keamanan Sistem BNI Cabang Jambi Dipertanyakan

1 Februari 2026 - 14:49 WIB

Diduga Wagub Lampung Pasang Badan untuk Kakak Kandung Terkait Proyek Jembatan Mangkrak Rp29 Miliar

1 Februari 2026 - 14:47 WIB

Hadiri Muswil DPW PWDPI Lampung, Ketum PWDPI Minta Perkuat Jaringan Ekonomi dan Kualitas Wartawan

1 Februari 2026 - 14:45 WIB

Trending di Jambi

atm138

atm138

mpo500 slot

mpo500 link login

mpo500 link login

mpo500 login

mpo500 login

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

https://drinkydrinkproject.com/

https://drinkydrinkproject.com/martini/

https://clubshenonkop.com/

mpo500

mpo500

mpo500

https://theabqreviews.com/

https://theabqreviews.com/2023/03/14/padillas-mexican-kitchen/

https://solosluteva.com/

https://maackitchen.com/