Menu

Mode Gelap
Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

Jambi

Longsor PETI Limun Tewaskan Enam Warga: Negara Kembali Absen di Tambang Ilegal Sarolangun?

badge-check


					Longsor PETI Limun Tewaskan Enam Warga: Negara Kembali Absen di Tambang Ilegal Sarolangun? Perbesar

Sarolangun, 21 Januari 2026 – elangnusantara.com – Musibah longsor kembali menelan korban jiwa di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI). Kali ini, bencana terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, yang mengakibatkan enam orang warga meninggal dunia setelah tertimbun material tanah galian.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin, 20 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, para korban tengah melakukan aktivitas menebeng atau mencari emas di dalam lubang galian. Tebing tambang tiba-tiba longsor dan menimbun para penambang yang berada di bawahnya.

Diduga kuat, curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut membuat struktur tanah menjadi labil, sehingga tidak mampu menahan beban galian. Namun, faktor cuaca dinilai hanya menjadi pemicu, sementara aktivitas PETI yang berlangsung tanpa standar keselamatan menjadi penyebab utama tingginya risiko kecelakaan.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari kepolisian, enam korban yang berhasil dievakuasi masing-masing adalah:

Kandar (±40), warga Dusun Mengkadai

Tabri (±46), warga Dusun Mengkadai

Sila (±22), warga Dusun Mengkadai

Oto (±40), warga Mensao

Iril (±50), warga Lubuk Sayak

Shirun (±35), warga Pulau Pandan

Seluruh korban dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke rumah duka masing-masing.

Kapolsek Limun dalam laporan resminya menyampaikan bahwa pihak kepolisian baru menerima informasi kejadian pada Selasa sore, sehari setelah peristiwa longsor terjadi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Wakapolsek Limun bersama Kanit Provos, Unit Intelkam, dan Unit Reskrim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

“Setibanya di lokasi, petugas memastikan telah terjadi longsor di area tambang emas tanpa izin. Enam orang korban telah dievakuasi. Hingga saat ini, warga bersama aparat masih melakukan pemantauan dan pencarian lanjutan karena tidak menutup kemungkinan terdapat korban lain,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian.

Kepala Desa Temenggung juga mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan warga yang sedang melakukan aktivitas penambangan emas tradisional di lokasi tersebut.

Sementara itu, informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa lokasi tambang emas ilegal tersebut diduga dikelola oleh seorang warga berinisial Id (±50 tahun). Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun langkah penindakan terhadap pengelola tambang.

Saat dikonfirmasi ElangNusantara.com melalui pesan WhatsApp, Kapolsek Limun AKP Tariga membenarkan adanya peristiwa longsor tersebut secara singkat.

“Ada, Pak,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menegaskan kegagalan negara dalam mengendalikan praktik pertambangan ilegalyang terus berlangsung di wilayah Sarolangun. Meski berulang kali menelan korban jiwa dan merusak lingkungan, aktivitas PETI seolah dibiarkan hidup, tanpa pengawasan serius dan penegakan hukum yang tegas.

Tragedi di Limun bukan sekadar bencana alam, melainkan akumulasi pembiaran, lemahnya pengawasan, dan absennya perlindungan keselamatan bagi warga yang terpaksa menggantungkan hidup pada aktivitas berisiko tinggi. Tanpa langkah tegas dan menyeluruh, longsor demi longsor hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali merenggut nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan

21 Maret 2026 - 17:31 WIB

Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda

20 Maret 2026 - 05:06 WIB

DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi

14 Maret 2026 - 05:11 WIB

PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan

12 Maret 2026 - 22:40 WIB

Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi

7 Maret 2026 - 22:27 WIB

Trending di Jambi