Menu

Mode Gelap
Tragedi Anak Kelas 4 SD Gantung Diri di NTT: Alarm Krisis Kesehatan Mental Anak dan Tekanan Ekonomi Keluarga Korban Penganiayaan Minta Kepada Kapolsek Bukit Kemuning Segera Tangkap Pelaku Manajemen RSUD Raden Mattaher Bungkam: Limbah Medis Menggunung, Bau Menyengat Hingga Ancam Keselamatan Pasien Masyarakat Sarolangun Tolak Lalu-lalang Tronton Batu Bara: Jalan Rusak & Mengancam Keselamatan Pengendara! Gawat! Dana Nasabah Diduga Dibobol, Keamanan Sistem BNI Cabang Jambi Dipertanyakan Diduga Wagub Lampung Pasang Badan untuk Kakak Kandung Terkait Proyek Jembatan Mangkrak Rp29 Miliar

Jambi

Longsor PETI Limun Tewaskan Enam Warga: Negara Kembali Absen di Tambang Ilegal Sarolangun?

badge-check


					Longsor PETI Limun Tewaskan Enam Warga: Negara Kembali Absen di Tambang Ilegal Sarolangun? Perbesar

Sarolangun, 21 Januari 2026 – elangnusantara.com – Musibah longsor kembali menelan korban jiwa di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI). Kali ini, bencana terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, yang mengakibatkan enam orang warga meninggal dunia setelah tertimbun material tanah galian.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin, 20 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, para korban tengah melakukan aktivitas menebeng atau mencari emas di dalam lubang galian. Tebing tambang tiba-tiba longsor dan menimbun para penambang yang berada di bawahnya.

Diduga kuat, curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut membuat struktur tanah menjadi labil, sehingga tidak mampu menahan beban galian. Namun, faktor cuaca dinilai hanya menjadi pemicu, sementara aktivitas PETI yang berlangsung tanpa standar keselamatan menjadi penyebab utama tingginya risiko kecelakaan.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari kepolisian, enam korban yang berhasil dievakuasi masing-masing adalah:

Kandar (±40), warga Dusun Mengkadai

Tabri (±46), warga Dusun Mengkadai

Sila (±22), warga Dusun Mengkadai

Oto (±40), warga Mensao

Iril (±50), warga Lubuk Sayak

Shirun (±35), warga Pulau Pandan

Seluruh korban dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke rumah duka masing-masing.

Kapolsek Limun dalam laporan resminya menyampaikan bahwa pihak kepolisian baru menerima informasi kejadian pada Selasa sore, sehari setelah peristiwa longsor terjadi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Wakapolsek Limun bersama Kanit Provos, Unit Intelkam, dan Unit Reskrim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

“Setibanya di lokasi, petugas memastikan telah terjadi longsor di area tambang emas tanpa izin. Enam orang korban telah dievakuasi. Hingga saat ini, warga bersama aparat masih melakukan pemantauan dan pencarian lanjutan karena tidak menutup kemungkinan terdapat korban lain,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian.

Kepala Desa Temenggung juga mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan warga yang sedang melakukan aktivitas penambangan emas tradisional di lokasi tersebut.

Sementara itu, informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa lokasi tambang emas ilegal tersebut diduga dikelola oleh seorang warga berinisial Id (±50 tahun). Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun langkah penindakan terhadap pengelola tambang.

Saat dikonfirmasi ElangNusantara.com melalui pesan WhatsApp, Kapolsek Limun AKP Tariga membenarkan adanya peristiwa longsor tersebut secara singkat.

“Ada, Pak,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menegaskan kegagalan negara dalam mengendalikan praktik pertambangan ilegalyang terus berlangsung di wilayah Sarolangun. Meski berulang kali menelan korban jiwa dan merusak lingkungan, aktivitas PETI seolah dibiarkan hidup, tanpa pengawasan serius dan penegakan hukum yang tegas.

Tragedi di Limun bukan sekadar bencana alam, melainkan akumulasi pembiaran, lemahnya pengawasan, dan absennya perlindungan keselamatan bagi warga yang terpaksa menggantungkan hidup pada aktivitas berisiko tinggi. Tanpa langkah tegas dan menyeluruh, longsor demi longsor hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali merenggut nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korban Penganiayaan Minta Kepada Kapolsek Bukit Kemuning Segera Tangkap Pelaku

4 Februari 2026 - 02:03 WIB

Manajemen RSUD Raden Mattaher Bungkam: Limbah Medis Menggunung, Bau Menyengat Hingga Ancam Keselamatan Pasien

2 Februari 2026 - 14:00 WIB

Gawat! Dana Nasabah Diduga Dibobol, Keamanan Sistem BNI Cabang Jambi Dipertanyakan

1 Februari 2026 - 14:49 WIB

Diduga Wagub Lampung Pasang Badan untuk Kakak Kandung Terkait Proyek Jembatan Mangkrak Rp29 Miliar

1 Februari 2026 - 14:47 WIB

Hadiri Muswil DPW PWDPI Lampung, Ketum PWDPI Minta Perkuat Jaringan Ekonomi dan Kualitas Wartawan

1 Februari 2026 - 14:45 WIB

Trending di Jambi

atm138

atm138

mpo500 slot

mpo500 link login

mpo500 link login

mpo500 login

mpo500 login

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

https://drinkydrinkproject.com/

https://drinkydrinkproject.com/martini/

https://clubshenonkop.com/

mpo500

mpo500

mpo500

https://theabqreviews.com/

https://theabqreviews.com/2023/03/14/padillas-mexican-kitchen/

https://solosluteva.com/

https://maackitchen.com/