Menu

Mode Gelap
Muaro Jambi Dikepung 392 Titik Panas, Ancaman Karhutla Meningkat Saat Puncak Kemarau Masih Mengintai Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin Mobil Tangki Solar Industri PT TPE Terbalik di Jalur Jambi Kerinci, Penyebab Masih Diselidiki Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi Diduga Lakukan Penyelewengan BBM dan Ganti Plat di Pinggir Jalan, Mobil Tangki PT Karo Jambi Jadi Sorotan Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Raih Predikat Cumlaude, Bukti Kampus Inklusif Mampu Cetak Prestasi

Headline

Tongkang Hantam Keramba Lagi, Warga Pematang Jering Ngamuk: Ini Bukan Kejadian Pertama!

badge-check


					Tongkang Hantam Keramba Lagi, Warga Pematang Jering Ngamuk: Ini Bukan Kejadian Pertama! Perbesar

Pematang Jering — Seolah Sungai Batanghari kini berubah fungsi jadi arena adu balap tongkang, puluhan warga Desa Pematang Jering akhirnya turun tangan. Bukan untuk menonton, tapi karena keramba ikan mereka lagi-lagi jadi korban tabrakan kapal batu bara. Bukan satu dua kali, tapi sudah empat kali. Empat kali!

Sabtu pagi, 31 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, amarah warga pecah. Mereka mendatangi tongkang batu bara yang nyaris jadi simbol abai dan arogan. Aksi ini pun viral di media sosial. Dalam salah satu video, terdengar suara warga yang frustrasi, sambil menunjuk tongkang kosong tanpa awak yang tersandar manis di tengah sungai.

“Tengok ha, kep nyo dak do, kapalnyo dak do! Ni bahayo ni kalau hanyut,” kata seorang warga dalam video, setengah marah, setengah bingung, seperti bertanya: Siapa yang sebenarnya menyetir provinsi ini?

Warga makin kesal karena keramba yang hancur bukan sekadar bambu dan jaring. Itu harapan panen. Itu tabungan. Itu hidup. Dan sekarang, hancur sudah 20 unit keramba—bukan karena banjir, tapi karena tongkang zombie yang berkeliaran tanpa sopir.

Mantan anggota DPRD Muaro Jambi, Zulkifli, yang ikut turun ke lokasi bersama Pol Airud, mengaku geram.

“Hancur lebur dibuatnyo. Sudah 20 keramba ditabraknya. Kerugian Rp500 juta lebih. Kami minta ganti rugi!” tegasnya.

Zulkifli menambahkan, kejadian ini bukan drama satu episode. Ini musim keempat. Dan belum ada “sutradara” yang bertanggung jawab. Hauling batu bara, yang katanya demi ekonomi daerah, malah menggilas ekonomi warga kecil.

Dan yang paling menyedihkan? Gubernur Jambi belum juga terlihat di tepi sungai. Padahal di situ, masyarakat menanti: minimal jawaban, syukur-syukur empati.

Untuk saat ini, warga hanya bisa menjaga keramba sambil berdoa—agar tongkang berikutnya tidak datang membawa maut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline