Menu

Mode Gelap
Waspada El Nino dan Puncak Kemarau 2026: Sekber PSDH Jambi Serukan Sinergi Penuh Untuk Mencegah Karhutla Warga RT 05 Rawasari Geruduk Kantor Lurah: Desak Walikota Maulana Untuk Evaluasi dan Berhentikan Ketua RT! Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan

Headline

Dari DPRD Provinsi Jambi ke Masyarakat: Suara Bersama untuk Bongkar Masalah Islamic Center Jambi

badge-check


					Dari DPRD Provinsi Jambi ke Masyarakat: Suara Bersama untuk Bongkar Masalah Islamic Center Jambi Perbesar

Jambi 29 Mei 2025 — Polemik terkait kondisi bangunan Islamic Center di Kota Jambi yang sempat viral akibat atap bocor dan genangan air, kini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Tak hanya dari legislatif, tanggapan juga datang dari tokoh masyarakat dan aktivis, termasuk Nomara SE, aktivis 98 yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua I Badan Komunikasi Strategis (BAKOMSTRA) DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, serta Amri Mukti, S.Pd., Sekretaris Jenderal DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Jambi.

Menanggapi rencana Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi, yang akan memanggil Dinas PUPR untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek pada Senin mendatang (2/6), Nomara menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan agar pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan di Jambi diperkuat.

“Saya sangat mengapresiasi tanggapan dari Abngda kita Ahmad Fauzi yang mengatakan akan segera melakukan pemanggilan Pihak PUPR untuk mengecek kondisi bangunan proyek Islamic Center yang sempat viral akibat atap bocor dan tergenang air,” ungkap Nomara, Kamis (29/5/2025).

Lebih lanjut, Nomara menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap setiap proyek infrastruktur di Provinsi Jambi. Menurutnya, pembangunan harus berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan warga, bukan menjadi beban anggaran atau menambah daftar proyek bermasalah.

“Harus segera dilakukan pengawasan terhadap proyek apapun di Provinsi Jambi, agar tercipta pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas Nomara.

Sementara itu, Amri Mukti, S.Pd., menyuarakan kritik keras atas banyaknya proyek mangkrak dan mubazir di Jambi, termasuk proyek Islamic Center yang kini jadi sorotan. Ia secara langsung meminta perhatian dari Kejaksaan Agung RI, khususnya Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS), Febri Adriansyah.

“Terkait persoalan proyek Islamic Center yang diduga mubazir dan terjadi di Jambi, saya meminta kepada Jaksa Agung Bapak ST Burhanudin dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Bang Febri Adriansyah untuk turun ke Jambi. Lihat betapa banyaknya proyek mangkrak di sini,” ujar Amri.

Ia pun mengajak JAM PIDSUS untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Jambi dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika.

“Jika Bang Febri Adriansyah memang mencintai Jambi dan peduli terhadap masyarakat Jambi, maka berbuatlah Bang, untuk Jambi yang lebih baik,” tegasnya.

Sebelumnya, kondisi bangunan Islamic Center menjadi perbincangan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan atap bocor dan lantai tergenang air tersebar di media sosial. Bangunan yang sedianya dirancang megah bergaya Timur Tengah itu belum sepenuhnya rampung, dan kini dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi desain awal. Sejumlah bagian bangunan masih belum selesai, dan material bangunan masih menumpuk di berbagai sudut.

Meski Dinas PUPR berdalih bahwa genangan air terjadi karena saluran pembuangan yang tersumbat dan proyek masih dalam tanggung jawab kontraktor hingga Desember 2025, sorotan terhadap pengelolaan anggaran dan kualitas pekerjaan terus bermunculan.

Desakan dari aktivis seperti Nomara dan Amri menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Jambi tidak tinggal diam. Mereka menuntut keterbukaan, pengawasan ketat, dan penegakan hukum terhadap setiap indikasi penyimpangan anggaran dalam proyek-proyek pemerintah, demi menjaga integritas pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline