Menu

Mode Gelap
Mobil Tangki PT Diandra Kharisma Abadi: Armada Perbantuan Pertamina Jambi Terpantau Masuk Gudang Penimbunan BBM Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo Kian Mengkhawatirkan, Sekitar 300 Rakit Beroperasi di Sungai Batanghari Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara! Bombastis! Pengadaan Kipas Angin Koperasi Merah Putih Rp1,8 Triliun, Kewarasan Pemerintah Dipertanyakan Ditpolairud Polda Jambi Sita 6,8 Ton BBM Tanpa Dokumen di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

Headline

Warga Sarolangun Geram! Jembatan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Batubara Bertonase Tinggi dan Kulalitas Aspal Yang Buruk!

badge-check


					Warga Sarolangun Geram! Jembatan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Batubara Bertonase Tinggi dan Kulalitas Aspal Yang Buruk! Perbesar

Warga Sarolangun Geram! Jembatan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Batubara Bertonase Tinggi dan Kulalitas Aspal Yang Buruk!

Sarolangun, Jambi — Kemarahan masyarakat Kabupaten Sarolangun memuncak akibat kondisi jembatan penghubung yang semakin hari kian rusak parah. Jembatan yang menjadi akses vital bagi warga sekitar kini tampak nyaris tak layak dilintasi, terutama oleh kendaraan roda dua dan kendaraan kecil. Masyarakat menduga kuat kerusakan ini disebabkan oleh aktivitas angkutan batubara yang melintas setiap hari dengan tonase melebihi batas aman.

Efendi, Anggota Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Jambi, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kondisi jembatan tersebut bukan semata-mata akibat faktor usia. Ia menegaskan bahwa beratnya beban truk-truk batubara yang melintas serta kualitas konstruksi jalan yang rendah menjadi faktor utama penyebab kerusakan infrastruktur tersebut.

“Kita semua tahu, jembatan ini sudah lama dibangun. Tapi kerusakan separah ini baru terjadi saat angkutan batubara mulai lewat terus-menerus. Tonase truk yang berlebihan ditambah dengan mutu jalan yang buruk, jelas mempercepat kerusakan,” ujar Efendi kepada awak media, Jumat (17/5).

Kondisi ini telah berdampak serius pada aktivitas sehari-hari warga. Beberapa pengendara motor bahkan harus turun dari kendaraan dan mendorong motor mereka melintasi bagian jembatan yang berlubang besar dan berlumpur saat hujan. Anak-anak sekolah, ibu-ibu, hingga petani mengeluhkan terhambatnya mobilitas akibat kerusakan tersebut.

Warga pun telah berulang kali melayangkan protes, baik ke pemerintah daerah maupun ke pihak perusahaan tambang batubara. Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan untuk memperbaiki jembatan atau membatasi tonase kendaraan berat yang melintas.

Masyarakat mengancam akan melakukan aksi blokade jalan apabila tidak ada respons cepat dari pihak terkait. “Kami sudah lelah dijanjikan terus. Kalau minggu depan tidak ada perbaikan atau kejelasan dari pemerintah dan perusahaan, kami akan tutup jalan. Ini sudah menyangkut keselamatan nyawa!” tegas salah satu warga dengan nada geram.

Kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang batubara memang bukan kali pertama terjadi di Provinsi Jambi. Namun, kasus di Sarolangun ini kembali menegaskan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas industri ekstraktif yang kerap mengabaikan dampak sosial dan lingkungan.

Masyarakat kini berharap agar Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pemerintah Provinsi Jambi segera turun tangan, memperbaiki jembatan, memperketat pengawasan tonase kendaraan tambang, serta menindak tegas perusahaan yang lalai terhadap dampak operasionalnya. Sebab jika dibiarkan, bukan hanya jembatan yang akan ambruk, tapi juga kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara!

14 Juli 2026 - 13:22 WIB

Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

13 Juli 2026 - 18:25 WIB

Rumah Anggota Parlemen Irak Digrebek, Dari Sempak Uang Tunai dan Emas Senilai Rp1,03 Triliun Disita

13 Juli 2026 - 16:55 WIB

Pameran “Boru Ni Raja” di ITB: Visualisasi Penghormatan Kepada Perempuan Batak

13 Juli 2026 - 00:37 WIB

Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum

12 Juli 2026 - 15:48 WIB

Trending di Headline