Menu

Mode Gelap
Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara! Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi Pengembang Terkenal di Kasang Pudak Berinisial F Diduga Menjadi Dalang Kasus Penyerobotan Tanah dan Jual Beli Ganda Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

Headline

Warga Sarolangun Geram! Jembatan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Batubara Bertonase Tinggi dan Kulalitas Aspal Yang Buruk!

badge-check


					Warga Sarolangun Geram! Jembatan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Batubara Bertonase Tinggi dan Kulalitas Aspal Yang Buruk! Perbesar

Warga Sarolangun Geram! Jembatan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Batubara Bertonase Tinggi dan Kulalitas Aspal Yang Buruk!

Sarolangun, Jambi — Kemarahan masyarakat Kabupaten Sarolangun memuncak akibat kondisi jembatan penghubung yang semakin hari kian rusak parah. Jembatan yang menjadi akses vital bagi warga sekitar kini tampak nyaris tak layak dilintasi, terutama oleh kendaraan roda dua dan kendaraan kecil. Masyarakat menduga kuat kerusakan ini disebabkan oleh aktivitas angkutan batubara yang melintas setiap hari dengan tonase melebihi batas aman.

Efendi, Anggota Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Jambi, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kondisi jembatan tersebut bukan semata-mata akibat faktor usia. Ia menegaskan bahwa beratnya beban truk-truk batubara yang melintas serta kualitas konstruksi jalan yang rendah menjadi faktor utama penyebab kerusakan infrastruktur tersebut.

“Kita semua tahu, jembatan ini sudah lama dibangun. Tapi kerusakan separah ini baru terjadi saat angkutan batubara mulai lewat terus-menerus. Tonase truk yang berlebihan ditambah dengan mutu jalan yang buruk, jelas mempercepat kerusakan,” ujar Efendi kepada awak media, Jumat (17/5).

Kondisi ini telah berdampak serius pada aktivitas sehari-hari warga. Beberapa pengendara motor bahkan harus turun dari kendaraan dan mendorong motor mereka melintasi bagian jembatan yang berlubang besar dan berlumpur saat hujan. Anak-anak sekolah, ibu-ibu, hingga petani mengeluhkan terhambatnya mobilitas akibat kerusakan tersebut.

Warga pun telah berulang kali melayangkan protes, baik ke pemerintah daerah maupun ke pihak perusahaan tambang batubara. Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan untuk memperbaiki jembatan atau membatasi tonase kendaraan berat yang melintas.

Masyarakat mengancam akan melakukan aksi blokade jalan apabila tidak ada respons cepat dari pihak terkait. “Kami sudah lelah dijanjikan terus. Kalau minggu depan tidak ada perbaikan atau kejelasan dari pemerintah dan perusahaan, kami akan tutup jalan. Ini sudah menyangkut keselamatan nyawa!” tegas salah satu warga dengan nada geram.

Kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang batubara memang bukan kali pertama terjadi di Provinsi Jambi. Namun, kasus di Sarolangun ini kembali menegaskan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas industri ekstraktif yang kerap mengabaikan dampak sosial dan lingkungan.

Masyarakat kini berharap agar Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pemerintah Provinsi Jambi segera turun tangan, memperbaiki jembatan, memperketat pengawasan tonase kendaraan tambang, serta menindak tegas perusahaan yang lalai terhadap dampak operasionalnya. Sebab jika dibiarkan, bukan hanya jembatan yang akan ambruk, tapi juga kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara!

8 Maret 2026 - 09:57 WIB

Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi

6 Maret 2026 - 03:10 WIB

Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan

5 Maret 2026 - 12:58 WIB

Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

5 Maret 2026 - 09:12 WIB

Donatur Misterius Sumbangkan 21 Kg Emas untuk Perbaikan Pipa Air Kota Osaka Jepang

22 Februari 2026 - 12:04 WIB

Trending di Headline

atm138

atm138

mpo500 slot

mpo500 link login

mpo500 link login

mpo500 login

mpo500 login

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

https://drinkydrinkproject.com/

https://drinkydrinkproject.com/martini/

https://clubshenonkop.com/

mpo500

mpo500

mpo500

https://theabqreviews.com/

https://theabqreviews.com/2023/03/14/padillas-mexican-kitchen/

https://solosluteva.com/

https://maackitchen.com/