Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

Headline

Terinspirasi Suratman, Warga Sidorahayu Optimalkan Pengolahan Lahan Sawah

badge-check


					Terinspirasi Suratman, Warga  Sidorahayu Optimalkan Pengolahan Lahan Sawah Perbesar

Lampungtimur-Berawal Terinpirasi dari kisah kesuksesan Suratman warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, olah lahan sawah berpasir menjadi lahan produktif untuk mendapatkan hasil panen padi secara optimal.

“Kami terinpirasi  oleh bapak Suratman, yang sebelumnya sawah miliknya Hannya menghasilkan padi sekitar enam karung setelah diolah sekarang setiap panen bisa hasil mencapai 36 karung,”ungkap salah satu  warga Sidorahayu, Tusno pada Sabtu (24/5/2025).

Tusno juga menjelaskan, lokasi lahan sawah yang ada didesanya sebagian besar  berpasir sehingga mempengaruhi hasil panen padi

“Ternyata akibat tanah yang sebagian besar ada kandungan pasir mempengaruhi hasil penen sawah milik Suratman, itulah kendala utama  penyebab sawah miliknya tidak produktif disebabkan oleh  tumpukan pasir dibawah lapisan sawah milik Suratman,”jelasnya.

Terpisah, hal senada diungkapkan oleh warga setempat, Giono juga mbenarkan, jika  Suratman punnya inisiatif untuk mengolah sawah miliknya dan mengambil pasir untuk dimanfaatkan sebelum dicetak kembali.

Hal ini juga dilakukan Suratman Karena ketidak mampuan  ekonomi serta modal untuk mencetak  sawah miliknya ahirnya  pasir yang ada dilokasi  dimanfaatkan untuk modal cetak sawah.

“Pasir tersebut disedot terlebih dahulu untuk dikumpulkan lalu dijual kepada warga sekitar untuk modal cetak sawah. Alhamdulillah Suratman berhasil, saat ini sawah miliknya panen melimpah ruah,”ungkap Giono.

Giono juga mengatakan, karena pengalaman yang dilakukan oleh Suratman warga lain mengikuti jejaknya. Namun sangat disayangkan masih baru dimulai kegiatan cetak sawah sudah terhambat dan berhenti karena banyaknya orang yang mengaku dari media dengan berbagai macam dalih dengan menuding kegiatan ilegal tanpa memperhatikan azas manfaat dan  berita sepihak yang mengakibatkan kegiatan cetak sawah terhenti karena takut.

“Namun setelah mendapat penjelasan dari salah satu pengurus pusat DPP PWDPI, Alhamdulillah memberi semangat baru bagi kami warga yang awam akan hukum. Kami juga ingin merasakan  hidup layak seperti warga lainya,”ujarnya

Dikonfirmasi secara terpisah juga, Ketua Umum, Dewan Pimpinan  Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS, sangat mendukung program cetak sawah manfaatkan lahan tidur di Kecamatan Waway Karya Lampung Timur.

“DPP PWDPI siap mendukung penuh dan jadi garda terdepan mendorong rencana target  misi program Presiden RI Prabowo Subianto terkait ketahanan dan swasembada pangan.

Ketum PWDPI menjelaskan, selain target cetak sawah di pulau Jawa dengan oplah 851.000 hektare, cetak sawah 500.000 hektare, kemudian existing Pulau Jawa irigasi tersier sekunder primer itu 1 juta hektare, total 2,3 juta hektare, serta lahan yang ada diluar pulau Jawa termasuk Lampung,”katanya pada Sabtu (24/5/2025).

Ketum PWDPI juga mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan, Gus Aulia, S.E., M.M., S.H., selaku Ketua Presidium DPP PWDPI untuk  koordinator wilayah pulau Jawa  yang memiliki koneksi dipusat untuk membantu komunikasi percepatan program cetak sawah yang ada di Waway Karya Lampung Timur.

“Alhamdulillah berkat kerjasama dengan pengurus saya Ketua Koordinator Pulau Jawa DPP PWDPI, Gus Aulia untuk perjuangkan program cetak sawah yang ada di Waway Karya ada sekitar  939 Hektare Lahan Digarap, Petani Lokal Jadi Aktor Utama

Program cetak sawah yang dicanangkan pemerintah ini mencakup pengolahan lahan seluas 939 hektare di Kecamatan Waway Karya,”ujar Ketum PWDPI yang mengaku saat ini memiliki 900 media group dan sudah terbentuk perwakilan di 30 provinsi seluruh Indonesia

Ketum PWDPI menbahkan, lahan tidur tersebut nantinya akan diubah menjadi area pertanian produktif dengan melibatkan warga lokal sebagai penggarap utama.

Berdasarkan dokumen resmi yang diperoleh tim investigasi, puluhan warga telah diajukan sebagai calon pengelola lahan, masing-masing mendapat jatah antara 0,5 hingga lebih dari 3 hektare.

“Penunjukan tersebut mempertimbangkan domisili, pengalaman bertani, serta kesiapan warga untuk terlibat langsung dalam pengolahan lahan.Kami ingin program ini benar-benar menyentuh masyarakat. Nama-nama yang diajukan berasal dari warga lokal yang memang siap dan mampu mengelola lahan,”katanya.

Oleh karena itu, Ketum PWDPI mengajak semua pihak termasuk insan pers ikut serta mendorong program presiden Prabowo  dalam rangka swasembada pangan.

“Jangan justru kebalikannya para awak media justru menjadi batu sandung dan menghambat pembangunan. Mari kita rapatkan barisan untuk mensukseskan program unggulan presiden kita Prabowo,”pungkasnya. (Tim Media PWDPI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti

27 Mei 2026 - 21:52 WIB

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh

25 Mei 2026 - 00:08 WIB

Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

25 Mei 2026 - 00:06 WIB

Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru

25 Mei 2026 - 00:04 WIB

Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI

23 Mei 2026 - 10:38 WIB

Trending di Headline