Jambi, 14 Agustus 2026 – elangnusantara.com — Kalau biasanya laki-laki identik dengan jargon “tegas dan berani”, Mega Wati justru punya ukuran sendiri. Menurutnya, terlalu banyak laki-laki yang belakangan ini lebih mirip mode hemat energi: nyala, tapi tidak bergerak.
Kekesalan itu dituangkan Mega Wati dengan pernyataan yang cukup nyelekit. Ia mengaku geram melihat laki-laki yang dianggapnya “memble” dan bahkan sampai melontarkan kalimat, “Pengen saya tamparin semua.”
Kalimat tersebut sontak terdengar seperti alarm bagi kaum pria yang merasa dirinya sedang masuk kategori “memble”.
Satire Mega Wati seolah ingin mengatakan bahwa laki-laki tidak cukup hanya hadir secara fisik. Harus ada keberanian bersikap, ketegasan mengambil keputusan, dan tentunya jangan sampai ketika ditanya malah menjawab, “terserah kamu.”
Sebab, bagi sebagian perempuan, jawaban “terserah” ternyata bisa lebih menegangkan daripada pertanyaan ujian.
Namun, pernyataan tersebut tentu lebih tepat dibaca sebagai luapan emosi sekaligus sindiran terhadap karakter laki-laki yang dianggap terlalu pasif. Bukan sebagai ajakan benar-benar main tangan.
Di era ketika komunikasi semakin canggih, rupanya persoalan klasik tetap ada: laki-laki dituntut tegas, perempuan menuntut kepastian, sementara kata “terserah” masih menjadi tersangka utama.
Mega Wati pun seolah mengingatkan: kalau ingin disebut laki-laki, jangan cuma punya kumis dan suara berat. Punya pendirian juga penting.
Karena kalau semuanya dijawab dengan “terserah”, jangan heran kalau yang muncul bukan romantisme, melainkan emosi.











