Menu

Mode Gelap
Muaro Jambi Dikepung 392 Titik Panas, Ancaman Karhutla Meningkat Saat Puncak Kemarau Masih Mengintai Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin Mobil Tangki Solar Industri PT TPE Terbalik di Jalur Jambi Kerinci, Penyebab Masih Diselidiki Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Raih Predikat Cumlaude, Bukti Kampus Inklusif Mampu Cetak Prestasi KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

Headline

Ketum PWDPI Dukung Penuh Mentri ATR Nusron Wahid Brantas Mafia Tanah

badge-check


					Ketum PWDPI Dukung Penuh Mentri ATR Nusron Wahid Brantas Mafia Tanah Perbesar

Ketum PWDPI Dukung Penuh Mentri ATR Nusron Wahid Brantas Mafia Tanah

 

Jakarta-Ketua Umum (Ketum), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS, secara tegas mendukung Penuh komitmen Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, yang menyatakan akan memberantas mafia tanah di Indonesia.

 

Ketum PWDPI Nurullah juga mendorong adanya penguatan penegakan hukum untuk menyelesaikan isu mafia tanah.

 

“Selaku Ketua Umum DPP PWDPI, saya mendukung penuh program Menteri (ATR) untuk membenahi internal dan tata kelola di dalam kementerian sebagai upaya pencegahan terhadap praktik mafia tanah,”Tegas Ketum PWDPI pada Senin (30/12/2024).

 

Ketum PWDPI mengatakan, kejahatan di bidang pertanahan sebenarnya tidak sulit untuk diungkap dan diberantas. Asal Pemerintah memiliki keinginan yang kuat.

 

“Karena biasanya skema kejahatan pertanahan pasti meninggalkan jejak dan bukti kejahatan (evidence) yang jelas berupa dokumen kepemilikan,”ungkapnya.

 

Dia juga mengatakan, mafia tanah sendiri merupakan kejahatan pertanahan yang dilakukan baik secara individu, kelompok, dan/atau badan hukum secara terencana, terstruktur, dan/atau terorganisir untuk memperoleh hak atas tanah dengan cara melakukan tindak pidana.

 

“Biasanya kasus mafia tanah meliputi pemalsuan dokumen hingga surat keterangan tanah. Tindakan ini dapat menyebabkan sengketa tanah akibat adanya lebih dari satu surat tanah untuk satu bidang tanah yang sama,”imbuhnya

 

Ketum PWDPI, mendukung penuh prioritas Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid yang ingin fokus mengurus kejahatan di bidang pertanahan dalam 100 hari kerjanya ke depan. Sebab masalah tanah menjadi salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

 

“Contoh kejahatan yang menimpa Ketua DPW saya yang ada di Kepulauan Riau (Kepri), tanah yang sudah dikuasai dan digarab oleh masyarakat dan memiliki bukti surat menyurat yang Syah kok bisa pihak BPN Kepri menerbitkan surat pihak lain dilahan yang sama tanpa ada pemeriksaan alias tumpang tindih,”ungkapnya.

 

Bukan Hannya di Kepri, Ketum PWDPI juga mendapat pengaduan yang sama di Kabupaten Mesuji. Ada sejumlah oknum yang dengan mudah menyerobot tanah milik warga yang sudah bersertifikat dengan dalih tanah nenek moyang.

 

“Kejadian di Kepri dan Mesuji ini menjadi gambaran kami bahwa pertanahan yang ada dinegara kita silang sengkarut. Bannyak mafia tanah Baik dari oknum masyarakat serta pemerintah dan pengusaha yang masih bebas merampas hak masyarakat,”ungkapnya.

 

Ketum PWDPI menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menghadap Mentri ATR atau BPN RI di Jakarta untuk melaporkan sejumlah pengusaha dan oknum masyarakat yang telah mennyerobot tanah milik Klain PWDPI.

 

“Kami sudah kumpulkan bukti-bukti Syah kepemilikan berupa sertifikat dan akan saya laporkan ke Kementrian ATR serta BPN,”Pungkasnya.(Tim PWDPI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline