Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

Jambi

Eco Urban Farming: Solusi Hijau Dosen Fakultas Pertanian UNJA untuk Pengelolaan Sampah di Desa Sebapo

badge-check


					Eco Urban Farming: Solusi Hijau Dosen Fakultas Pertanian UNJA untuk Pengelolaan Sampah di Desa Sebapo Perbesar

Muaro Jambi, 2 Oktober 2025 Tim dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Eco Urban Farming” di Desa Sebapo, Kecamatan matan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, pada Kamis (2/10/2025). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menjadi langkah konkrit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Yanuar Fitri, M.Si, dengan anggota tim yaitu Ir. Yusma Damayanti, M.Si, Ir. Dewi Sri Nurchaini, M.P, Ir. Elwamendri, M.Si, Yulisimi, S.P., M.Si, dan Riri Oktari Ulma, S.P., M.Si. Turut hadir Kepala Desa Sebapo Asmara Dewi, Direktur BUMDes Desa Ibru Anggroro Kasih, Ketua Bank Sampah Sebapo Irfan, Tim Pro Ide Desa Sebapo, Ketua RT 04, serta masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,

khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, ilmu pertanian berkelanjutan diterapkan secara langsung untuk menjawab tantangan lingkungan dan sosial di pedesaan. Dalam sambutannya, Dr. Yanuar Fitri menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan inovasi pemanfaatan limbah organik menjadi sumber daya produktif. “Melalui program Eco Urban Farming ini, kami ingin mengedukasi masyarakat agar mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk dan media tanam bernilai ekonomi. Dengan demikian, sampah tidak lagi menjadi masalah tetapi justru menjadi peluang.” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, dan praktik langsung di lapangan. Tim dosen memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan padat, demonstrasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman hortikultura, serta pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Peserta juga diperkenalkan pada konsep Eco Urban Farming, yakni sistem pertanian perkotaan yang menggabungkan praktik daur ulang dan pemanfaatan lahan sempit untuk bercocok tanam secara ramah lingkungan. Konsep ini dinilai sangat relevan bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan lahan namun berpotensi mengembangkan pertanian rumah tangga berkelanjutan.

Kepala Desa Sebapo, Asmara Dewi, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digagas oleh tim dosen UNJA. Menurutnya, program pengelolaan sampah berbasis Eco Urban Farming memberikan solusi praktis bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan. “Melalui kegiatan ini, masyarakat belajar bahwa sampah bukan lagi masalah,

tetapi sumber daya yang bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya. Senada dengan itu, Direktur BUMDes Desa Ibru, Anggroro Kasih, menilai kegiatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi unit usaha lingkungan berbasis ekonomi desa, seperti produksi pupuk organik dan pembibitan tanaman lokal. Sementara Ketua Bank Sampah Sebapo, Irfan, menilai kegiatan ini turut memperkuat kolaborasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah, sehingga sistem bank sampah dapat berjalan lebih optimal.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif warga, khususnya kelompok ibu rumah tangga dan warga RT 04, yang mengikuti pelatihan hingga akhir kegiatan. Salah satu peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. “Selama ini kami sering kesulita sulitan mengelola sampah rumah tangga. Setelah ikut kegiatan ini, kami jadi tahu cara membuat pupuk organik dan anam savuran sendiri di rumah.” ungkapnya ung dengan antusias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat

30 Mei 2026 - 18:20 WIB

FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah

30 Mei 2026 - 17:53 WIB

GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika

29 Mei 2026 - 02:30 WIB

Warga Aur Kenali Tolak Stockpile dan Jalan Khusus, WALHI Jambi Desak Perlindungan Ruang Hidup

23 Mei 2026 - 08:19 WIB

Polisi dan BPN Ukur Ulang Lahan di RT 20 Kasang Pudak, Dugaan Jual Beli Ganda dan Pergeseran Patok Disorot

9 Mei 2026 - 15:15 WIB

Trending di Jambi