Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

Jambi

Bos Satgas Unaya, Nurlis, Disorot: Pernyataan Dinilai Menyudutkan Mahasiswa dan Bertentangan dengan Klarifikasi Polres

badge-check


					Bos Satgas Unaya, Nurlis, Disorot: Pernyataan Dinilai Menyudutkan Mahasiswa dan Bertentangan dengan Klarifikasi Polres Perbesar

Bos Satgas Unaya, Nurlis, Disorot: Pernyataan Dinilai Menyudutkan Mahasiswa dan Bertentangan dengan Klarifikasi Polres

Banda Aceh, 19 April 2025 — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Universitas Abulyatama (Unaya), Nurlis, kembali menjadi sorotan publik usai pernyataannya dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam pernyataannya, Nurlis mengklaim memerintahkan langsung Satgas untuk menjaga keamanan kampus, bukan bertindak layaknya preman.

Namun, pernyataan tersebut memicu kritik tajam, terutama dari kalangan mahasiswa dan dosen. Mereka menilai pernyataan itu menyudutkan mahasiswa dan bertolak belakang dengan hasil klarifikasi dari Polresta Banda Aceh.

Mahasiswa menuding pernyataan Nurlis sebagai bentuk penggiringan opini publik yang menutupi sejumlah tindakan intimidatif yang dilakukan Satgas di lingkungan kampus. Bukti rekaman CCTV yang beredar menunjukkan adanya dugaan kekerasan oleh anggota Satgas terhadap seorang petugas keamanan kampus.

Sementara itu, dalam kasus meninggalnya Wahidin — salah satu anggota Satgas Unaya — mahasiswa membantah tudingan yang mengaitkan mereka dengan insiden tersebut. Mereka menilai narasi yang berkembang menyudutkan aksi mahasiswa. Padahal, hasil visum dari Polresta Banda Aceh telah menegaskan bahwa penyebab kematian Wahidin bukan akibat pemukulan atau tindakan kekerasan dalam aksi, melainkan faktor kesehatan.

Dugaan Pelanggaran oleh Satgas

Selain dugaan intimidasi, mahasiswa dan sejumlah dosen mengungkapkan berbagai pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Satgas, antara lain:

Masuk paksa ke lingkungan kampus dan pemukulan terhadap petugas keamanan.

Pengrusakan kamera CCTV kampus.

Penguncian akses kampus yang menghambat aktivitas akademik.

Penemuan senjata tajam di ruang biro yang diduga menjadi markas Satgas.

Tersebarnya video anggota Satgas melakukan gestur tidak senonoh di ruang publik.

Pernyataan Dosen dan Aksi Solidaritas

Iqbal, seorang dosen sekaligus peserta aksi solidaritas, mengecam pernyataan Nurlis yang dinilainya menyesatkan. “Mahasiswa dan dosen bukan sedang bikin keributan. Mereka hanya menyuarakan keresahan yang nyata. Jangan kambinghitamkan mahasiswa. Mereka itu anak petani, orang baik-baik, rajin ke masjid,” ujarnya.

Iqbal juga mempertanyakan penempatan Satgas bersenjata di kampus yang sebelumnya berada dalam kondisi kondusif. Ia menyoroti beban kerja almarhum Wahidin yang masih bekerja meski sudah lanjut usia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Nurlis belum memberikan klarifikasi lebih lanjut atas berbagai tudingan yang beredar di tengah masyarakat.

Kontroversi Lama Kembali Mencuat

Diketahui sebelumnya, Nurlis juga sempat menuai kontroversi saat melakukan pelantikan rektor tandingan di kampus Abulyatama dengan membawa ratusan orang tak dikenal, yang berujung pada kerusakan sejumlah fasilitas kampus.

Tak hanya itu, isu lama kembali mencuat. Nurlis disebut-sebut pernah terseret dalam dugaan kasus penjualan ijazah ketika menjabat sebagai rektor di salah satu institusi pendidikan tinggi di Jakarta, yang kini kembali menjadi sorotan media Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat

30 Mei 2026 - 18:20 WIB

FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah

30 Mei 2026 - 17:53 WIB

GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika

29 Mei 2026 - 02:30 WIB

Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti

27 Mei 2026 - 21:52 WIB

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh

25 Mei 2026 - 00:08 WIB

Trending di Headline