Jambi, 29 Juli 2026 – elangnusantara.com – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Jambi bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menggelar Pelatihan Juri dan Route Setter C2 FPTI Provinsi Jambi pada 28–30 Juli 2026 di Kota Jambi.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) panjat tebing di Provinsi Jambi, khususnya di bidang perwasitan dan pembuatan jalur pertandingan.
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi juri dan route setter agar mampu menjalankan tugas sesuai standar nasional, menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, serta menghasilkan penyelenggaraan kejuaraan panjat tebing yang adil, aman, dan berkualitas.
Tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat sinergi antara pengurus, pelatih, atlet, serta komunitas panjat tebing di Jambi dalam membangun ekosistem olahraga yang semakin maju dan berprestasi.
Mengusung tema “Bersama, Berkompeten, dan Profesional”, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan juri dan route setter yang siap bertugas pada berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga nasional.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya KONI Provinsi Jambi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, Bank Jambi, Hellosapa, Arei Outdoor Gear, Kopi Paman, Perkumpulan Hijau, One Persen, Rajo Kaos, Mawar Aktivity Club, Indosat Oroodoo, Bank 9 Jambi, serta sejumlah sponsor dan mitra yang memiliki komitmen terhadap pengembangan olahraga panjat tebing di Provinsi Jambi.
Ketua Pelaksana, Andy Chandra, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi panjat tebing di Jambi.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis FPTI Provinsi Jambi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang perwasitan dan route setter. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menerapkan standar yang berlaku dalam setiap penyelenggaraan kompetisi.
Dengan SDM yang berkualitas, kita dapat menghadirkan kejuaraan panjat tebing yang lebih profesional, adil, dan berstandar nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum FPTI Provinsi Jambi, Bambang Irawadi, menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga panjat tebing tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet itu sendiri, dengan kemampuan serta dukungan dari perangkat pertandingan yang berkualitas, pemahaman terhadap aturan kompetisi serta perkembangan olahraga panjat tebing yang begitu pesat, jalur lintasan baik utk jalur latihan mau pun jalur lintasan disaat kompetisi pembuat jalut harus lebih cepat mengikuti perkembanga dan peningkatan gret dari setiap jalut lintasan saat kompetisi terus meningkat.
“Prestasi panjat tebing tidak hanya ditentukan oleh atlet, tetapi juga oleh kualitas juri dan route setter sehingga mereka dapat menjelaskan bserta melakukan pembinaan dengan baik serta memberi pemahaman kepada atlet untuk membiasakan disiplin kompetisi itu dari rutinitas latihan sehingga atlet memiliki mental kompetisi yang kuat yang bermental juara. Dengan terbentuknya SDM olahraga panjat tebing yang baik berstandar nasional maka pengurus FPTI Provinsi Jambi periode 2026-2029 akan lebih berkomitmen membangun ekosistem olahraga panjat tebing yang profesional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta memiliki atlet yang beretitut untuk mencapai perestasi yang gemilang. Kami berharap pelatihan ini menjadi awal lahirnya tenaga-tenaga berkualitas yang mampu mendukung prestasi atlet Jambi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Bambang.
Melalui pelatihan ini, FPTI Provinsi Jambi menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga panjat tebing. Dengan hadirnya juri dan route setter yang kompeten, sehingga kualitas setiap kejuaraan semakin meningkat maka akan lahirnya atlet-atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional maupun internasional.











