Menu

Mode Gelap
Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam

Jambi

Investigasi Lapangan: Indikasi Bocornya Tangki BBM PT KTA, Diduga Disengaja Terorganisir dan Kangkangi Hukum

badge-check


					Investigasi Lapangan: Indikasi Bocornya Tangki BBM PT KTA, Diduga Disengaja Terorganisir dan Kangkangi Hukum Perbesar

Jambi, 15 Desember 2025 – elangnusantara.com

Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali mengguncang Kota Jambi. Insiden kebocoran BBM yang terjadi di kawasan Paal Merah pada Senin (15/12/2025) tidak hanya memicu kepanikan warga, tetapi juga membuka tabir dugaan kejahatan energi yang terstruktur, sistematis, dan diduga disengaja.

Berikut Kronologi Awal, Warga sekitar mengaku pertama kali mencium bau BBM menyengat sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi semakin mengkhawatirkan pada dini hari sekitar pukul 01.20 WIB, ketika aroma solar semakin pekat dan cairan diduga BBM terlihat mengalir menuju area permukiman warga.

“Baunya sangat kuat dan tidak wajar. Kami khawatir kalau ada percikan api bisa terjadi kebakaran besar,” ujar seorang warga kepada awak media elangnusantara.com

Hasil observasi langsung Tim Investigasi elangnusantara.com di lokasi kejadian pada 15 Desember 2025 Dini Hari, mengungkap temuan krusial yang memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebocoran tersebut.

Di lapangan, tim menemukan bahwa tutup tangki minyak diduga sengaja dibuka. Fakta ini diperkuat dengan keterangan bahwa saluran kebocoran justru ditutup oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) saat proses penanganan darurat, bukan oleh pihak pengelola gudang.

Selain itu, sebelum kejadian kebocoran terungkap ke publik, tim investigasi juga memantau keberadaan sejumlah orang yang diduga melakukan pengawalan atau pengamanan di sepanjang ruas jalan yang tergenang minyak akibat kebocoran. Kehadiran mereka menimbulkan tanda tanya besar, mengingat tidak terlihat aktivitas penanganan resmi dari pihak pengelola gudang.

Indikasi dugaan kesengajaan ini turut diperkuat oleh pernyataan aparat di lokasi. Seorang anggota kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran yang ikut melakukan identifikasi di lapangan menyebutkan secara langsung:

“Ini disengajo bang. Tutup nyo ni tercecer. Yang jago di sini jugo dak ado, yang nutup keran ini sayo, ado 8 tangki putih yang tebukak terus tangki berisi air jugo terbuka, jadi tercampur lah minyak ini”

ujar salah seorang petugas saat mengidentifikasi belasan tedmon minyak raksasa di lokasi kejadian.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kebocoran bukan semata-mata akibat kelalaian teknis, melainkan diduga kuat bagian dari skenario yang telah direncanakan.

Pantauan lanjutan di lokasi menunjukkan gudang BBM berada dalam kondisi tertutup, minim penerangan, dan tanpa penjagaan resmi. Ironisnya, kondisi ini justru kontras dengan kehadiran orang-orang yang diduga melakukan pengamanan tidak resmi di sekitar area kebocoran, sebelum tim dari damkar dan kepolisian datang ke lokasi.

Di dalam kawasan gudang, ditemukan kendaraan tangki BBM berwarna biru-putih dengan identitas PT Kerinci Toba Abadi, PT NGE, serta beberapa mobil tangki lain dengan warna serupa namun menggunakan stiker yng disamarkan merek berbeda-beda

Berdasarkan pemberitaan Investigasimabes.com 23 September 2024, gudang tersebut diduga telah lama beroperasi tanpa mengantongi izin AMDAL “Analisis Dampak Lingkungan” Seorang staf Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi bernamaFauzi, menyebutkan bahwa hingga saat itu PT Kerinci Toba Abadi belum memiliki izin AMDAL.

Investigasi lapangan tersebut menunjukkan gudang PT KTA ini memiliki tangki timbun berkapasitas besar, Gudang ini diduga menjadi pusat penyimpanan, pengolahan, sekaligus distribusi solar yang masih diragukan legalitasnya.

Perusahaan tersebut juga diduga kerap berganti nama, mulai dari PT Khatulistiwa Raya Energi, PT Ocean Petro Energi, PT Jambi Tulo Pratama, hingga kini beroperasi dengan nama PT Kerinci Toba Abadi, sebagaimana diungkap oleh media resmi patunas.co.id.

Berdasarkan hasil investigasi menggunakan kamera drone pada 18 September 2024 lalu, serta kesaksian dari masyarakat berinisial “J”, gudang tersebut diduga menjadi lokasi pengolahan solar dari minyak bayat menggunakan bahan kimia H₂SO₄ 80 persen dan cairan pemucat warna sebelum dimasukkan ke tangki berkapasitas sekitar 100 kiloliter.

Lurah Paal Merah, Surya Chandra, S.STP., M.E., mengaku tidak mengetahui aktivitas gudang tersebut karena tidak pernah ada permohonan izin dan lokasi bersifat tertutup.

Sementara Bhabinkamtibmas setempat, Dhika, menyebutkan sering melihat mobil tangki terparkir di lokasi dan mengaku telah melaporkannya kepada pimpinan.

Ketua DPW PWDPI Provinsi Jambi, Irwanda Nauufal Idris, menegaskan bahwa mafia BBM di Jambi diduga melibatkan koordinasi lintas oknum.

“Praktik ini terstruktur dan sistematis. Meski sudah banyak penindakan, mafia minyak seolah tidak gentar dan merasa aman dari persoalan hukum, saya heran dengan kinerja satpol PP Kota Jambi, katanya sudah di police line, tapi hingga malam tadi masih beroperasi, saya sarankan untuk walikota Jambi, pecat saja kepala satpol PP itu, ganti dengan yang lebih paham tugas dan fungsi, agar Satpol PP Kota Jambi ada gunanya” ujarnya geram.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mengatur sanksi pidana berat bagi pelaku usaha migas ilegal, mulai dari pidana penjara hingga enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Insiden kebocoran BBM di Paal Merah kini tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan telah menjelma menjadi indikasi kuat kejahatan energi yang terencana. Publik menanti langkah tegas aparat penegak hukum: apakah kasus ini akan dibongkar hingga ke akar, atau kembali menguap di balik pergantian nama perusahaan dan permainan di balik layar.

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan

21 Maret 2026 - 17:31 WIB

Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda

20 Maret 2026 - 05:06 WIB

DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi

14 Maret 2026 - 05:11 WIB

PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan

12 Maret 2026 - 22:40 WIB

Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi

7 Maret 2026 - 22:27 WIB

Trending di Jambi