Menu

Mode Gelap
Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru Razia PETI di Pulau Aro: Diduga Alat Berat Milik “WG” Oknum Polres Sarolangun Ditangkap di Lahan Bonet Pelawan Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI Warga Aur Kenali Tolak Stockpile dan Jalan Khusus, WALHI Jambi Desak Perlindungan Ruang Hidup

Headline

Timbun Daerah Resapan Air, Feri Irawan: PT SAS Adalah Penjahat Lingkungan!

badge-check


					Timbun Daerah Resapan Air, Feri Irawan: PT SAS Adalah Penjahat Lingkungan! Perbesar

Jalan khusus dan stockpile batu bara PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS), di Aur Kenali Kota Jambi, terus menuai polemik.

Menurut Ketua Perkumpulan Hijau (PH) Jambi, Feri, selain lokasinya dekat dengan pemukiman, PT SAS juga membangun jalan khusus dengan cara menimbun rawa yang tak lain daerah resapan air.

Menurutnya, ini tindakan yang sangat fatal dalam kerusakan lingkungan.

“Menimbun daerah resapan atau kolam resapan air alami di sekitar perumahan untuk jalan, akan besar resiko dampak lingkungannya, banyak perumahan warga akan tenggelam akibat banjir,” tegas Feri yang ikut mendampingi warga perumahan Aur Kenali.

Melihat dampak lingkungan itu, Feri meminta pemerintah harus berani ambil sikap terhadap aktivitas pembangunan jalan dan pelabuhan. Apalagi sudah ada penolakan dari warga setempat.

“Timbul tanda tanya besar kalau pemerintah tak tegas dan tidak membela rakyat. PT SAS group RMKE ini sudah harus kita label penjahat lingkungan kalau itu terus mereka lakukan,” beber mantan Direktur Walhi ini.

Untuk diketahui, Ketua RT 03 Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Penyengat Rendah, Mahfudin, membenarkan bahwa PT SAS akan menimbun rawa di dekat pemukiman warga.

“Sudah jelas PT SAS akan melakukan penimbunan rawa yang berada di belakang perumahan, karena kami ada tanyakan kepada mandor yang sedang mengawasi alat berat di belakang perumahan warga dan menjawab keberadaan alat berat tersebut untuk menimbun rawa,” ungkap Mahfudin kepada awak media, Rabu (09/07/2025).

Mahfudin menjelaskan, apabila PT SAS tidak menimbun rawa rawa, maka pembangunan jalur khusus angkutan batu bara tidak bisa dikerjakan.

“Kita secara logika tidak mungkin jalur khusus angkutan batu bara melintas di atas rawa rawa atau kanal yang seperti disampaikan Humas PT SAS. Apabila jalur khusus ini mempunyai lebar hingga 30 meter. Nah kalau tidak ditimbun, maka jalur akan terputus,” Mahfudin menjelaskan.

Sementara, Humas PT SAS Ibnu Ziyadi, tak menanggapi upaya konfirmasi media ini. Dihubungi via pesan whatsapp, Ibnu tak membalas.(red)

Sumber : angsoduo.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh

25 Mei 2026 - 00:08 WIB

Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

25 Mei 2026 - 00:06 WIB

Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru

25 Mei 2026 - 00:04 WIB

Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI

23 Mei 2026 - 10:38 WIB

Serah Terima Jabatan PJS Rektor UNBARI Dari LLDIKTI Ke YPJ: Akhiri Konflik Kepemimpinan Di Universitas Batanghari

23 Mei 2026 - 08:13 WIB

Trending di Headline