Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Ponpes Rahmatul Ummah Sarolangun Gelar Shalat Istisqa: Doa Memohon Hujan di Tengah Ancaman Karhutla Sungai Batang Asai Meluap, Banjir Rendam Dua Kecamatan di Sarolangun Api Belum Padam, Warga Kelelahan: Karhutla 25 Hektare di Tanjabbar Tanpa Dukungan Tim Pemadam Sidang PKPU PetroChina Berlanjut, Termohon Minta Waktu Lengkapi Legalitas Kabut Asap Kiriman Mulai Menyapa Sumbar, Warga Mengeluh: “Salemo Juga Sudah Mulai Keluar” Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden

Jambi

Api Belum Padam, Warga Kelelahan: Karhutla 25 Hektare di Tanjabbar Tanpa Dukungan Tim Pemadam

badge-check


					Api Belum Padam, Warga Kelelahan: Karhutla 25 Hektare di Tanjabbar Tanpa Dukungan Tim Pemadam Perbesar

Tanjabbarat, 30 Agustus 2026 – elangnusantara.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Parit Bingkok, RT 02 dan RT 03, Desa Pasar Senin, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (29/8/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan api masih menyala di sejumlah titik. Kepulan asap tebal menyelimuti kawasan yang sebagian merupakan perkebunan sawit aktif milik warga. Namun, lahan tersebut tidak sepenuhnya ditanami sawit.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 25 hektare. Warga setempat mengatakan kebakaran telah berlangsung hampir satu pekan dan hingga kini belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Selama ini, upaya pemadaman lebih banyak dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Warga berusaha mengendalikan api agar tidak semakin meluas, termasuk mencegah api bergerak masuk dari wilayah Riau menuju kawasan Jambi.

Namun, keterbatasan peralatan, tenaga, dan sumber air membuat upaya tersebut semakin berat. Kondisi lahan yang kering juga menyulitkan proses pemadaman.

Warga menyebut api awalnya berasal dari wilayah Riau. Masyarakat di sisi Jambi telah berupaya menahan pergerakan api agar tidak masuk ke wilayah Tanjung Jabung Barat. Namun, kemampuan warga yang terbatas membuat kobaran api akhirnya menjalar ke lahan masyarakat.

“Kami sudah hampir seminggu berusaha memadamkan api. Tapi sampai sekarang masih ada yang menyala,” demikian keluhan warga di lokasi.

Kondisi semakin sulit karena ketersediaan air di lokasi sangat terbatas. Warga yang selama ini menjadi garda terdepan pemadaman harus bekerja dengan peralatan seadanya.

Mereka berharap pemerintah segera mengirimkan tim pemadam karhutla, peralatan pemadaman, serta dukungan air untuk mempercepat penanganan sebelum api meluas ke area lainnya.
Selain ancaman terhadap lahan dan perkebunan, asap mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Sejumlah warga mulai merasakan dampak kabut asap, meski hingga Sabtu belum ada yang dilaporkan mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan atau puskesmas.

Situasi di Parit Bingkok memperlihatkan bagaimana masyarakat di kawasan perbatasan Jambi-Riau menghadapi karhutla dengan sumber daya terbatas. Ketika api terus bergerak dan lahan mengering, warga harus menjadi barisan pertama yang berusaha mempertahankan wilayahnya dari kobaran api.

Tanpa tambahan tenaga, peralatan dan pasokan air, upaya pemadaman yang dilakukan secara swadaya berisiko tidak mampu menghentikan kebakaran yang telah meluas lebih dari 25 hektare tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemarau Panjang, Ponpes Rahmatul Ummah Sarolangun Gelar Shalat Istisqa: Doa Memohon Hujan di Tengah Ancaman Karhutla

30 Agustus 2026 - 01:47 WIB

Sungai Batang Asai Meluap, Banjir Rendam Dua Kecamatan di Sarolangun

30 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Sidang PKPU PetroChina Berlanjut, Termohon Minta Waktu Lengkapi Legalitas

30 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Kabut Asap Kiriman Mulai Menyapa Sumbar, Warga Mengeluh: “Salemo Juga Sudah Mulai Keluar”

28 Agustus 2026 - 00:38 WIB

Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden

25 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Trending di Jambi