Menu

Mode Gelap
Gudang Penimbunan BBM Diduga Milik Sibarani Merajalela: Kasubdit Tipidter Polda Jambi Segera Menindaklanjuti Sekber PSDH Jambi Himbau Waspada Bencana Karhutla 2026 di Provinsi Jambi Polda Jambi Sosialisasikan QR Code Panduan Online Propam Polri Lewat Podcast Live Streaming Kegiatan Rutin Masyarakat Peduli Danau Sipin: Potensi Wisata Dikepung 3 Ton Sampah Setiap Hari serta Minimnya Perhatian Pemerintah Bom Waktu APBD Jambi: Belanja Pegawai Tembus 34%, Pemprov Dikejar Deadline 2027 Langgar Disiplin Jam Kerja, ASN Kota Jambi Dipecat: Wali Kota Tegas Tanpa Kompromi

Jambi

Empat Hari Bergulir, PTPN IV Regional 4 Masih Kumpulkan Dokumen Terkait Pembelian Lahan 1.068 Hektare Tahun 2008

badge-check


					Empat Hari Bergulir, PTPN IV Regional 4 Masih Kumpulkan Dokumen Terkait Pembelian Lahan 1.068 Hektare Tahun 2008 Perbesar

Jambi, 12 Februari 2026 – elangnusantara.com – Memasuki hari keempat sejak pemberitaan awal terkait dugaan selisih nilai pembelian lahan tahun 2008 di Kabupaten Sarolangun, klarifikasi resmi dari PTPN IV Regional 4 masih dalam proses internal.

Sebelumnya, redaksi telah memuat tiga laporan mengenai dugaan adanya perbedaan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp46,4 miliar. Perhitungan tersebut merujuk pada perbandingan harga pembelian lahan sebesar Rp4.000.000 per hektare dengan estimasi nilai berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas luas lahan ±1.068,19 hektare.

Menanggapi permintaan konfirmasi, Sekretaris Perusahaan yang juga menjalankan fungsi Corporate Communication PTPN IV, Iskandar Negara, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengumpulan dokumen sebelum memberikan tanggapan resmi.

“Baik pak… kami akan mengumpulkan bukti terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan bapak,” ujar Iskandar melalui pesan singkat.

Dalam komunikasi terpisah, perwakilan perusahaan, Hariman S, menegaskan bahwa penyampaian klarifikasi resmi kepada media berada di bawah fungsi Corporate Communication yang dijalankan oleh Iskandar Negara.

Dengan demikian, jalur komunikasi resmi perusahaan terkait isu ini disampaikan melalui satu pintu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan tertulis lanjutan maupun estimasi waktu penyampaian klarifikasi resmi dari perusahaan.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, rincian angka yang menjadi perhatian publik antara lain:

• Luas lahan: ±1.068,19 hektare

• Harga pembelian: Rp4.000.000 per hektare

• Total nilai transaksi: ±Rp4,27 miliar

• Estimasi nilai berdasarkan NJOP: ±Rp50 miliar

• Perkiraan selisih nilai: ±Rp46,4 miliar

Perbandingan tersebut menjadi dasar munculnya pertanyaan publik mengenai mekanisme penetapan harga dan metode valuasi yang digunakan saat transaksi dilakukan pada 2008.

Perlu dicatat bahwa NJOP dan harga transaksi pasar tidak selalu identik, sehingga klarifikasi resmi dari pihak perusahaan diperlukan untuk menjelaskan konteks dan dasar penetapan nilai saat itu.

Redaksi juga memperoleh salinan dokumen surat tugas pembebasan lahan tahun 2008 yang mencantumkan harga pembebasan sebesar Rp4 juta per hektare sebagai patokan internal perusahaan pada masa tersebut.

Dokumen tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan, di antaranya:

• Apakah proses pembebasan lahan didahului penilaian oleh appraisal independen?

• Metode apa yang digunakan dalam menentukan harga pembelian?

• Apakah mekanisme tersebut telah sesuai dengan standar tata kelola perusahaan dan regulasi yang berlaku pada saat itu?

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), PTPN IV berada dalam kerangka tata kelola yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Oleh karena itu, klarifikasi berbasis data dan dokumen resmi dinilai penting untuk memberikan gambaran utuh kepada publik.

Elangnusantara.com menyatakan tetap membuka ruang hak jawab secara proporsional bagi PTPN IV Regional 4 guna menyampaikan penjelasan resmi terkait isu ini.

Publik kini menunggu penjelasan komprehensif yang dapat menerangkan aspek angka, mekanisme, serta konteks kebijakan pada saat transaksi dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gudang Penimbunan BBM Diduga Milik Sibarani Merajalela: Kasubdit Tipidter Polda Jambi Segera Menindaklanjuti

16 April 2026 - 08:57 WIB

Sekber PSDH Jambi Himbau Waspada Bencana Karhutla 2026 di Provinsi Jambi

2 April 2026 - 10:40 WIB

Polda Jambi Sosialisasikan QR Code Panduan Online Propam Polri Lewat Podcast Live Streaming

1 April 2026 - 05:52 WIB

Kegiatan Rutin Masyarakat Peduli Danau Sipin: Potensi Wisata Dikepung 3 Ton Sampah Setiap Hari serta Minimnya Perhatian Pemerintah

30 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bom Waktu APBD Jambi: Belanja Pegawai Tembus 34%, Pemprov Dikejar Deadline 2027

30 Maret 2026 - 12:49 WIB

Trending di Jambi